Desa Bangsal Kembangkan Budidaya Lele
untuk Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga

Bangsal, Pampangan – Ogan Komering Ilir (Sumsel)
Pemerintah Desa Bangsal terus berinovasi dalam memanfaatkan Dana Desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tahun anggaran 2025, Desa Bangsal merealisasikan program ketahanan pangan melalui kegiatan peternakan ikan lele, dengan dukungan penuh dari masyarakat dan dikelola secara profesional oleh BUMDes Bangsal.

Kegiatan ini menjadi salah satu praktik baik pengelolaan Dana Desa karena tidak hanya mendorong ketahanan pangan lokal, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADesa).


📝 Perencanaan

Program ini bermula dari hasil Musyawarah Desa (Musdes) RKPDes Tahun 2025, di mana masyarakat dan pemerintah desa sepakat memanfaatkan potensi sumber daya alam Desa Bangsal yang cocok untuk usaha perikanan.

Dari musyawarah tersebut, disepakati bahwa budidaya ikan lele akan menjadi fokus utama kegiatan ketahanan pangan. Selain memiliki nilai ekonomi tinggi, budidaya lele juga mudah dikembangkan dan dapat dikelola secara berkelanjutan.

Kegiatan ini dirancang agar dikelola langsung oleh BUMDes Bangsal dengan melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja, sehingga warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian dari penggerak ekonomi desa.

Pendamping Desa dan Tim Pendamping Profesional turut berperan aktif dalam memberikan bimbingan teknis, pendampingan manajerial, dan pengawasan kegiatan agar pelaksanaan berjalan efektif dan transparan.


💰 Penganggaran

Untuk mendukung pelaksanaan program, Pemerintah Desa Bangsal mengalokasikan Dana Desa sebesar Rp74.700.000 sebagai modal awal bagi BUMDes dalam menjalankan usaha peternakan ikan lele.

Dana tersebut digunakan untuk pembelian bibit lele berkualitas, pakan, peralatan kolam, serta kebutuhan operasional lainnya.
Selain itu, sebagian anggaran juga digunakan untuk pelatihan dan pendampingan bagi masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ini agar mereka memahami cara budidaya lele yang baik, efisien, dan ramah lingkungan.


⚙️ Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan dimulai setelah pencairan tahap pertama Dana Desa. BUMDes Bangsal bergerak cepat menyiapkan kolam ternak, melakukan penebaran bibit lele, serta mengatur sistem pemeliharaan yang sesuai dengan standar perikanan.

Proses pemeliharaan dilakukan secara intensif dengan memperhatikan kualitas air, pemberian pakan bergizi, serta pengendalian hama dan penyakit. Monitoring rutin dilakukan oleh tim BUMDes bersama pendamping desa untuk memastikan pertumbuhan lele optimal.

Setelah masa pemeliharaan cukup, dilakukan panen perdana, dan hasilnya sangat memuaskan. Lele hasil panen memiliki kualitas tinggi dan ukuran seragam, sehingga laku di pasar lokal maupun melalui penjualan online.

Sebagian hasil panen dijadikan benih untuk kegiatan ternak selanjutnya, sementara sebagian lagi dijual sebagai produk unggulan desa.
BUMDes juga meluncurkan program “Lele untuk Masyarakat”, yaitu pembagian benih lele dan pelatihan gratis bagi warga yang ingin memulai budidaya mandiri.


🌾 Pemanfaatan dan Dampak

Program budidaya lele ini memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan bagi masyarakat Desa Bangsal.
Banyak warga yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap kini dapat memperoleh pendapatan baru dari hasil ternak lele. Petani pun mulai melakukan diversifikasi usaha dengan menggabungkan sektor pertanian dan perikanan.

Selain itu, ibu rumah tangga juga turut berpartisipasi dengan membantu kegiatan pemeliharaan, penjualan, dan pengolahan hasil panen.
Program ini turut menyumbang pada Pendapatan Asli Desa (PADesa) melalui keuntungan BUMDes yang sebagian disetorkan kembali ke kas desa.

Secara keseluruhan, kegiatan ini telah meningkatkan kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan Desa Bangsal, sekaligus memperkuat semangat gotong royong antarwarga.


💬 Sambutan Kepala Desa

Dalam sambutannya saat kegiatan monitoring dan panen perdana, Kepala Desa Bangsal, Angkut Join, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah mendukung program ini:

“Alhamdulillah, berkat kerja sama seluruh warga dan BUMDes, hari ini kita bisa melihat hasil nyata dari program budidaya ikan lele ini. Program ini bukan hanya tentang ketahanan pangan, tetapi juga tentang meningkatkan ekonomi keluarga dan kemandirian desa. Saya berharap kegiatan ini terus berkembang, dan masyarakat bisa ikut berperan aktif mengelola usaha bersama ini untuk kesejahteraan kita semua.”

Kepala desa juga menegaskan bahwa pemerintah desa akan terus berkomitmen untuk mengembangkan program serupa, termasuk diversifikasi ke usaha pengolahan hasil perikanan agar nilai tambah produk desa semakin meningkat.

Dokumen bis di Download Disini

No comments:

Post a Comment

Featured Post

TPP PAMPANGAN

 

Popular Posts