Desa Jungkal Kembangkan Peternakan Kerbau
untuk Wujudkan Ketahanan Pangan
📝 Perencanaan
Melalui perencanaan matang yang difasilitasi oleh Tim Pendamping Profesional (TPP), Pemerintah Desa merumuskan program ketahanan pangan dengan tujuan:
-
Meningkatkan ketersediaan pangan yang stabil dan berkualitas,
-
Mengurangi ketergantungan pangan dari luar desa,
-
Meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengelolaan peternakan kerbau berbasis BUMDes.
Sasaran utama program ini adalah peningkatan populasi kerbau, peningkatan produksi daging, serta terbentuknya unit usaha peternakan BUMDes yang mandiri dan berkelanjutan.
💰 Penganggaran
Untuk mendukung keberhasilan program, Pemerintah Desa Jungkal mengalokasikan Rp218.085.000 dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 dengan rincian sebagai berikut:
-
40% (Rp87.234.000) untuk pengadaan bibit kerbau berkualitas,
-
30% (Rp65.425.500) untuk pembangunan kandang dan fasilitas peternakan,
-
15% (Rp32.712.750) untuk pakan dan kesehatan hewan,
-
10% (Rp21.808.500) untuk pelatihan dan pendampingan peternak,
-
5% (Rp10.904.250) untuk biaya operasional BUMDes.
Dana ini dikelola secara transparan oleh BUMDes Desa Jungkal, dengan sistem pembukuan yang diawasi langsung oleh Tim Pengawas dan Pemerintah Desa.
⚙️ Pelaksanaan
Setelah pencairan tahap pertama Dana Desa, BUMDes Desa Jungkal segera melaksanakan tahapan kegiatan mulai dari:
-
Pembelian 10 ekor bibit kerbau unggul,
-
Pembangunan kandang dan fasilitas peternakan,
-
Pengadaan pakan dan obat-obatan,
-
Pelatihan dan pendampingan manajemen peternakan bagi 20 peternak lokal,
-
Pemasaran hasil ternak dan produk olahan daging kerbau.
🌾 Pemanfaatan dan Dampak
💬 Sambutan Kepala Desa
Dalam sambutannya pada acara monitoring kegiatan BUMDes Jungkal, Kepala Desa Jungkal menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada masyarakat serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam program ini:
“Alhamdulillah, berkat kerja keras dan kebersamaan warga, program peternakan kerbau ini berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang membanggakan. Kegiatan ini bukan hanya soal ternak, tapi soal kemandirian pangan dan peningkatan ekonomi warga kita. Saya berharap ke depan BUMDes Jungkal terus berkembang menjadi contoh bagi desa lain dalam mengelola Dana Desa secara produktif dan transparan.”
Kepala Desa juga menegaskan bahwa Pemerintah Desa akan terus mendorong pengembangan usaha BUMDes berbasis potensi lokal, agar Desa Jungkal menjadi desa mandiri yang kuat secara ekonomi dan berdaya saing di tingkat kabupaten.
No comments:
Post a Comment