Desa Jungkal Kembangkan Peternakan Kerbau
untuk Wujudkan Ketahanan Pangan

Jungkal, Pampangan – Ogan Komering Ilir (Sumsel)
Pemerintah Desa Jungkal terus berkomitmen memanfaatkan Dana Desa secara produktif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tahun 2025, Desa Jungkal sukses merealisasikan program Ketahanan Pangan BUMDes melalui kegiatan Peternakan Kerbau, dengan total anggaran Rp218.085.000.
Program ini menjadi salah satu contoh praktik baik pemanfaatan Dana Desa yang berhasil mendorong kemandirian ekonomi, meningkatkan pendapatan warga, dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.


📝 Perencanaan

Program ini berawal dari hasil musyawarah BUMDes Desa Jungkal, di mana masyarakat dan pemerintah desa sepakat untuk mengoptimalkan potensi lokal berupa lahan luas dan kondisi geografis yang cocok untuk pengembangan peternakan kerbau.
Sebelumnya, masyarakat Jungkal masih sangat bergantung pada pasokan pangan dari luar desa, sementara potensi ternak kerbau di wilayah ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Melalui perencanaan matang yang difasilitasi oleh Tim Pendamping Profesional (TPP), Pemerintah Desa merumuskan program ketahanan pangan dengan tujuan:

  • Meningkatkan ketersediaan pangan yang stabil dan berkualitas,

  • Mengurangi ketergantungan pangan dari luar desa,

  • Meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengelolaan peternakan kerbau berbasis BUMDes.

Sasaran utama program ini adalah peningkatan populasi kerbau, peningkatan produksi daging, serta terbentuknya unit usaha peternakan BUMDes yang mandiri dan berkelanjutan.


💰 Penganggaran

Untuk mendukung keberhasilan program, Pemerintah Desa Jungkal mengalokasikan Rp218.085.000 dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 dengan rincian sebagai berikut:

  • 40% (Rp87.234.000) untuk pengadaan bibit kerbau berkualitas,

  • 30% (Rp65.425.500) untuk pembangunan kandang dan fasilitas peternakan,

  • 15% (Rp32.712.750) untuk pakan dan kesehatan hewan,

  • 10% (Rp21.808.500) untuk pelatihan dan pendampingan peternak,

  • 5% (Rp10.904.250) untuk biaya operasional BUMDes.

Dana ini dikelola secara transparan oleh BUMDes Desa Jungkal, dengan sistem pembukuan yang diawasi langsung oleh Tim Pengawas dan Pemerintah Desa.


⚙️ Pelaksanaan

Setelah pencairan tahap pertama Dana Desa, BUMDes Desa Jungkal segera melaksanakan tahapan kegiatan mulai dari:

  1. Pembelian 10 ekor bibit kerbau unggul,

  2. Pembangunan kandang dan fasilitas peternakan,

  3. Pengadaan pakan dan obat-obatan,

  4. Pelatihan dan pendampingan manajemen peternakan bagi 20 peternak lokal,

  5. Pemasaran hasil ternak dan produk olahan daging kerbau.

Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat sekitar, terutama para pemuda dan petani setempat.
Hasilnya, hanya dalam waktu enam bulan, produksi daging dan produk olahan kerbau meningkat 25%, dan pendapatan masyarakat naik hingga 30% melalui hasil penjualan produk ke pasar lokal maupun regional.


🌾 Pemanfaatan dan Dampak

Program peternakan kerbau ini memberikan dampak ekonomi dan sosial yang nyata.
Masyarakat kini dapat menikmati ketersediaan pangan yang lebih stabil dan bergizi, sekaligus memperoleh tambahan penghasilan dari hasil ternak.
BUMDes juga memperoleh pendapatan tambahan hingga Rp50 juta dalam enam bulan pertama, yang sebagian disetor kembali ke kas desa sebagai kontribusi Pendapatan Asli Desa (PADes).

Selain itu, program ini menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan keterampilan peternak lokal, serta menggerakkan ekonomi desa secara berkelanjutan.
Bahkan, pemerintah desa kini tengah menyiapkan pengembangan produk olahan kerbau seperti abon, dendeng, dan kerupuk daging untuk meningkatkan nilai tambah hasil ternak.


💬 Sambutan Kepala Desa

Dalam sambutannya pada acara monitoring kegiatan BUMDes Jungkal, Kepala Desa Jungkal menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada masyarakat serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam program ini:

“Alhamdulillah, berkat kerja keras dan kebersamaan warga, program peternakan kerbau ini berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang membanggakan. Kegiatan ini bukan hanya soal ternak, tapi soal kemandirian pangan dan peningkatan ekonomi warga kita. Saya berharap ke depan BUMDes Jungkal terus berkembang menjadi contoh bagi desa lain dalam mengelola Dana Desa secara produktif dan transparan.”

Kepala Desa juga menegaskan bahwa Pemerintah Desa akan terus mendorong pengembangan usaha BUMDes berbasis potensi lokal, agar Desa Jungkal menjadi desa mandiri yang kuat secara ekonomi dan berdaya saing di tingkat kabupaten.

Dokumen bisa di Download Disini

No comments:

Post a Comment

Featured Post

TPP PAMPANGAN

 

Popular Posts